Dapur Umum Untuk Ta’jil Terdampak Covid-19

Dapur Umum Untuk Ta’jil Terdampak Covid-19

laz-yapi.com

Jakarta, 29 April 2020

Dampak bencana Nasional wabah Covid-19 hingga Ramadhan hari ke-6 masih terasa ditengah masyarakat, terutama masyarakat kecil yang ketergantungan hidupnya terhadap pekerjaan harian lepas sangat besar. Mereka berasal dari kalangan ojek online, sopir angkot, pedagang kecil, buruh harian dan pekerja harian lainnya.

LAZ YAPI bersama IRRES mengadakan program Dapur Umum untuk membantu mereka yang terdampak Covid-19 ini. Dapur umum ini telah berlangsung sejak tanggal 17 April lalu dengan menyalurkan rata-rata 200 kotak nasi setiap hari. Menurut Direktur LAZ YAPI Chairul Walid , program ini akan berlangsung selama Ramadhan dan insya Allah terus dilanjutkan hingga masa tanggap darurat Covid-19 ini berakhir. Hingga hari ini sudah disalurkan 2.144 kotak, untuk keberlangsungan program ini perlu dukungan semua pihak terutama para donatur agar program ini dapat terus berjalan, kata Chairul.

Dapur umum ini dikelola oleh relawan IRRES bekerjasama dengan Perguruan Al Azhar Rawamangun dan Mahasiswa Asrama Sunan Giri YAPI serta melibatkan ibu-ibu disekitar lokasi dapur umum. Masyarakat yang menerima bantuan nasi kotak tampak sangat senang menerimanya.  Mereka mengharapkan pembagian nasi kotak ini dapat terus berlanjut, karena sangat membantu sekali terutama bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan.

Berikut Daftar Nama Donatur Dapur Umum Ta’jil Covid-19

No.     Nama                            Jumlah  Donasi

  1. Nadzir                            Rp.100.000,-
  2. Abdi H                           Rp.200.000,-
  3. Farah                             Rp.225.000,-
  4. Linda                             Rp.100.000,-
  5. Didi                                Rp.100.000,-
  6. HAmba Allah               Rp.200.000,-
  7. Ibu Yuni                        Rp.500.000,-
  8. Mama Gea                    Rp.500.000,-
  9. HAmba Allah               Rp.150.000,-
  10. Hamba Allah               Rp.100.000,-
  11. Hamba Allah               Rp.100.000,-
  12. Nawal Jamiyah           Rp. 150.000,-
  13. Dra.Djauharah            Rp.100.000,-
  14. Elly Parwati                 Rp.300.000,-
  15. Ibu Dwi                         Rp.90.000,-
  16. Ibu Fanny                     Rp.500.000,-
  17. Dr.wawan  dkk            Rp.7.000.000,-
  18. Silvi Andriani               Rp.1.000.000,-
  19. Suhandi                         Rp.1.000.000,-
  20. Ratna Viedaningsih    Rp.50.000,-
  21. Teta Amalia                  Rp.1.000.000,-
  22. Liana Oktavia               Rp.500.000,-
  23. Winda Melinda            Rp.300.000,-
  24. Mahdi Alamsyah         Rp.100.000,-
  25. Lia Maliatusholihah   Rp.100.000,-
  26. Nova                              Rp.500.000,-

total per 29 April 2020    Rp. 14.965.000,- (empat belas juta sembilan ratus enam puluh lima ribu rupiah) 

Bagi donatur yang ingin ikut terlibat menyisihkan sebagian kecil rezki mereka dapat menyalurkan ke Rekening BSM nomor 7888882779 atas nama ziswaf yapi, dan mengkonfirmasi transfernya ke nomor 0813 1948 5455 dengan Ali Utomo.

 

cw

SEDEKAH MENOLAK BALA

SEDEKAH MENOLAK BALA

Jakarta, laz-yapi.com, (8/4)

Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”. “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”. “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.

Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa pengemis/pengamen menjadikan meminta- minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll.

Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,

Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah)? Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah kepada pengemis/pengamen/fakir miskin dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang setiap harinya dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap hari, misalnya hari ini kita menyumbang Rp 10.000,- ke kotak amal maka sebaiknya hari berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah.
Balasan yang akan diperoleh berlipat ganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

 

Untuk donasi silahkan transfer ke rekening:
BSM 7888882779 an Ziswaf YAPI
Atau hubungi Call Center : 0813-1948-5455

 

https://www.griyatabunganakhirat.com/tolak-bala-dengan-sedekah/